
Berbekal dari pengalaman organisasi di fakultas, dan kegiatan gerejawi prastage di GKJ Mertoyudan dan stage di GKJ Nusukan tahun 2021, sosok kris nurcahyani sudah terjun langsung dalam berbagai kegiatan pelayanan di GKJ mergangsan selama masa 1 tahun vikariat salah satunya sebagai sie kurikulum di komisi anak GKJ Mergangsan, hal inilah yang membuat Kris merasakan sukacita bersama jemaat GKJ mergangsan
Dikutip dari buku penahbisan pendeta, Kris Nurcahyani merupakan alumni dari fakultas teologi universitas Kristen Duta Wacana tahun 2020, adalah putri dari pasangan Bapak Subur dan Ibu Menik Ekowati yang tinggal di Sanepo Timur Kutoarjo Purworeja Jawa Tengah dan berafiliasi dengan Gereja Kristen jawa (GKJ) Kutoarjo.
Bapak Prihatmoko dalam sambutannya sebagai ketua panitia menjelaskan, setelah melalui proses yang cukup panjang mulai dari penjaringan calon, pada bulan juli 2022, kemudian ujian peremtoir pada 22 Maret 2023, akhirnya pada hari ini tanggal 1 Mei 2024 Saudari Kris Nurcahyani ditahbiskan sebagai pendeta ke-5 sekaligus pendeta wnita pertama di GKJ Mergangsan.
Acara prosesi dalam penahbisan diawali dengan kegiatan ibadah, kemudian digelar penahbisan yang dipimpin langsung oleh Pendeta Hendra Kurniawan SSi, MPsi, dan diikuti oleh 60 pendeta senior khususnya dari gereja klasis Jogja selatan, semakin menguatkan saudari Kris Nurcahyani SSi untuk menjadi pendeta dan melayani di GKJ Mergangsan.
Dalam penyampaian Kotbah Sulung, dengan tema “Hati sebagai Hamba” (Ibrani 5 : 1-5), mempunyai korelasi atau hubungan dengan hari buruh yang diperingati setiap tahun pada tanggal 1 Mei. Hari ini kita merenungkan keberadaan kita sebagai seorang hamba Tuhan yang dipilih untuk melayani di ladang-Nya, yang walaupun dengan kerapuhannya seorang hamba Tuhan juga harus memiliki kualitas hati seorang hamba, yaitu kerendahan hati, ungkap Kris Nurcahyani dalam kotbahnya.

sebagai seorang hamba Tuhan yang dipilih untuk melayani di ladang-Nya, yang walaupun dengan kerapuhannya seorang hamba Tuhan juga harus memiliki kualitas hati seorang hamba, yaitu kerendahan hati, ungkap Kris Nurcahyani dalam kotbahnya